MPR  

Geopolitik Memanas! MPR Ingatkan Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan dan Fiskal

Geopolitik Memanas! MPR Ingatkan Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan dan Fiskal
Wakil Ketua Badan Penganggaran (Banggar) MPR RI dari Fraksi PKS, H. Johan Rosihan. //net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, mengingatkan pemerintah agar setiap keputusan diplomatik dilakukan dengan pertimbangan risiko ekonomi yang komprehensif.

Johan menegaskan bahwa dinamika geopolitik global saat ini memiliki dampak instan terhadap kondisi fiskal dan ketahanan pangan nasional Indonesia.

Legislator dari Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa gangguan hubungan dengan mitra strategis dapat memicu hambatan tarif maupun nontarif. Hal ini berisiko menurunkan angka ekspor yang berujung pada merosotnya penerimaan negara.

“Ketika hubungan dengan mitra strategis mengalami gangguan, dampaknya segera terasa pada sektor perdagangan,” ujar Johan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3).

Selain perdagangan, Johan menyoroti kerentanan sektor strategis akibat ketergantungan impor bahan baku seperti pupuk dan teknologi. Ketidakstabilan global diprediksi akan meningkatkan biaya produksi dan menekan produktivitas dalam negeri.

Dari sisi moneter, tekanan ini berpotensi memicu arus modal keluar (capital outflow) yang melemahkan nilai tukar.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah menambah beban anggaran untuk subsidi pangan dan energi, sehingga mempersempit ruang fiskal untuk pembangunan.

Untuk jangka panjang, Johan mendorong pemerintah melakukan tiga langkah strategis:

Penguatan produksi domestik guna mengurangi ketergantungan impor.

Disiplin fiskal yang ketat untuk menjaga stabilitas anggaran.

Diversifikasi kerja sama internasional agar tidak bergantung pada satu blok kekuatan saja.

“Dengan pendekatan yang terukur, Indonesia diharapkan mampu menjaga independensi nasional tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.[prs]