News  

Pembangunan Program 3 Juta Rumah Tekan TBC dan Stunting

Pembangunan Program 3 Juta Rumah Tekan TBC dan Stunting

Realitarakyat.com – Percepatan realisasi pembangunan program 3 juta rumah di Indonesia salah satunya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat antara lain untuk menekan kasus penyakit tuberkulosis (TBC) dan stunting.

“Ini yang saya, beberapa kali ketemu Presiden, selalu kita bicara. Kita mau wujudkan Indonesia bahagia,” ujar Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo di Jakarta, Senin 16 Maret 2026.

Ia menilai kondisi lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas kesehatan anak. Banyak keluarga yang belum memiliki hunian layak, sehingga berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Ibu-ibu yang belum punya rumah, anak-anak yang belum punya hunian yang layak. Kita sudah tahu bahwa lingkungan yang tidak sehat menyebabkan stunting,” katanya.

Selain stunting, Hashim juga menyoroti tingginya angka TBC di Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan serius. Menurut dia, tingginya kasus TBC tidak terlepas dari kondisi permukiman padat dan kawasan kumuh yang masih banyak ditemui di berbagai daerah.

“Itu diakibatkan apa? Diakibatkan rumah yang berdekatan, tempat kumuh. Slums. Slums di India, slums di Indonesia. Itu menyebabkan anak-anak kita banyak mengidap TBC,” ujar Hashim.

Hashim mengatakan, kondisi tersebut juga diperkuat oleh hasil program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dimanfaatkan jutaan masyarakat. Dari program itu, kata dia, TBC menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di tengah masyarakat, termasuk pada anak-anak.

“Saya dengar ini sudah divalidasi dan dibuktikan dengan program check-up gratis. Pemeriksaan kesehatan gratis yang sudah dinikmati oleh 72 juta rakyat kita yang selama ini tidak mampu melakukan check-up,” katanya.

Karena itu, ia menilai pembangunan perumahan sehat menjadi langkah strategis untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Ini mala petaka bagi bangsa Indonesia: TBC dan stunting,” ujar Hashim menegaskan.

Ia menambahkan, lingkungan yang sehat akan membantu anak-anak tumbuh lebih baik dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan mereka di masa depan. “Kita sudah tahu kenapa anak-anak kita, yang seharusnya dan sebetulnya pada intinya pintar dan cerdas, tetapi karena ada hambatan dari lingkungan, hambatan kesehatan, dan sebagainya, maka skor atau pencapaian akademis sekolah rata-rata rendah,” ucapnya.

Hashim juga mengapresiasi inisiatif Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, dalam memanfaatkan lahan untuk pembangunan perumahan yang dirancang guna menciptakan lingkungan sehat bagi masyarakat.

“Maka saya berbangga Pak Bobby punya gagasan untuk memanfaatkan lahan-lahan kita di Indonesia, menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak yang selama ini belum menikmati lingkungan sehat itu,” ujarnya.

Melalui percepatan pembangunan hunian yang layak dan sehat, pemerintah berharap angka stunting dan TBC di Indonesia dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. ***