Realitarakyat.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik yang jauh lebih tegas terhadap Israel.
Desakan ini muncul menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akibat serangan militer Israel pada 29–30 Maret 2026.
Doli menegaskan bahwa serangan yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan pelanggaran nyata terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa.
Ia mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2025 saja, Israel tercatat telah melakukan lebih dari 8.300 serangan yang mencakup indikasi genosida hingga penggunaan kekuatan berlebihan.
“Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita,” ujar Doli dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Sebagai bentuk protes keras, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI ini mendorong pemerintah untuk mengevaluasi posisi Indonesia di forum Board of Peace (BoP).
Menurutnya, keberadaan Indonesia di forum perdamaian tersebut menjadi tidak relevan jika aksi kekerasan dan pendudukan ilegal terus dibiarkan tanpa konsekuensi.
“Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut berbicara tentang perdamaian, namun di saat yang sama mereka melakukan genosida. Ini adalah pengangkatan nyata terhadap nilai perdamaian,” tegasnya.
Selain aspek diplomasi, Doli mengingatkan bahwa negara memiliki utang budi besar terhadap para prajurit yang gugur.
Ia meminta pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan setinggi-tingginya, tetapi juga menjamin kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.
Fokus utama yang ditekankan adalah jaminan pendidikan bagi anak-anak almarhum.
“Negara harus menjamin masa depan anak-anak korban, terkhusus pendidikannya. Mereka gugur demi tugas negara dan perdamaian dunia,” pungkas Doli.
DPR RI kini didorong untuk segera berkoordinasi dengan PBB guna mendesak penghentian perang yang telah memakan korban jiwa dari personel penjaga perdamaian Indonesia.[prs]







