Israel Bantah Terlibat Ledakan yang Tewaskan 3 TNI Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Israel Bantah Terlibat Ledakan yang Tewaskan 3 TNI Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Markas UNIFIL diserang Israel/Net

Realitarakyat.com – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam insiden ledakan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI anggota pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL).

Bantahan ini muncul di tengah desakan internasional agar pelaku penyerangan segera dimintai pertanggungjawaban.

Melalui pernyataan resmi di kanal Telegram, Selasa (31/3), IDF mengklaim telah melakukan tinjauan internal terhadap insiden yang terjadi pada Senin (30/3) di wilayah Bani Hayyan.

Mereka menegaskan tidak menempatkan alat peledak maupun personel di lokasi kejadian saat peristiwa maut tersebut berlangsung.

“Dalam 24 jam terakhir, IDF telah meninjau insiden pada Senin (30/3). Kami tidak memasang alat peledak dan tidak ada pasukan kami di lokasi tersebut,” tulis pernyataan IDF, Rabu (1/4).

Berdasarkan laporan UNIFIL, serangan terhadap kontingen Indonesia terjadi dalam dua gelombang:

-Minggu (29/3): Satu orang prajurit TNI gugur setelah sebuah proyektil menghantam pos penjaga perdamaian.

-Senin (30/3): Dua prajurit TNI lainnya tewas akibat serangan yang menyasar kendaraan patroli mereka saat melintas di wilayah Bani Hayyan.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi besar antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang telah berlangsung sejak awal Maret 2026, termasuk operasi darat yang diluncurkan Israel di Lebanon selatan sejak 16 Maret lalu.

Merespons gugurnya para prajurit perdamaian, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat di New York pada Selasa (31/3) atas permintaan kolektif dari Indonesia dan Prancis.

PBB menegaskan bahwa personel penjaga perdamaian dilindungi oleh hukum internasional dan tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.

“Kami menyatakan dengan jelas dan ini perlu diulang berkali-kali, pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, dalam pertemuan tersebut.

Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kini kian mencekam seiring meluasnya serangan udara Israel ke wilayah Lembah Beqaa hingga pinggiran Beirut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan keamanan sisa personel TNI yang masih bertugas di wilayah konflik tersebut.[prs]