Janji Perang Kilat Netanyahu Bikin Trump Tersudut

Janji Perang Kilat Netanyahu Bikin Trump Tersudut
Presiden AS Donald Trump menunjuk ke arah Perdana Menteri-Israel Benjamin Netanyahu. //net

Realitarakyat.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki babak rumit setelah Presiden Donald Trump diyakini terlalu percaya pada narasi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pertemuan di Mar-a-Lago akhir Desember lalu, Netanyahu meyakinkan Trump bahwa Iran dapat ditaklukkan dengan cepat. Klaim tersebut mendorong Trump mengulang retorika Israel tentang ancaman militer Teheran. Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik: perang yang diprediksi singkat justru berlarut hingga bulan kedua tanpa tanda mereda.

Israel sebelumnya memperkirakan ancaman Iran bisa dilumpuhkan dalam hitungan hari, sementara militer menyiapkan skenario maksimal tiga minggu. Faktanya, konflik meluas ke Gaza, Lebanon, hingga Selat Hormuz, mengguncang pasar energi global dan menekan persenjataan canggih AS.

Strategi “decapitation” yang menargetkan tokoh penting Iran, termasuk Ali Khamenei, belum menghasilkan perubahan rezim seperti dijanjikan Netanyahu. Sebaliknya, kekuatan Iran semakin terkonsolidasi di bawah Garda Revolusi.

Di Washington, sejumlah pejabat mulai meragukan klaim Netanyahu. Mantan diplomat AS menilai Trump bukan sekadar korban lobi, melainkan mitra penuh dalam strategi yang kini berbalik menjadi beban geopolitik dan ekonomi.

Konflik ini menegaskan bahwa janji perang cepat dan mudah tidak hanya meleset, tetapi juga membawa konsekuensi luas: instabilitas kawasan, tekanan ekonomi global, serta keraguan atas kepemimpinan Trump dalam menghadapi krisis internasional.(Arp)