Kemlu: Kerja Sama Ekonomi RI-Uni Eropa Tetap Prioritaskan Aspek HAM

Kemlu: Kerja Sama Ekonomi RI-Uni Eropa Tetap Prioritaskan Aspek HAM
Pemerintah RI berkomitmen memperkuat hubungan dengan Uni Eropa. //net

Realitarakyat.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa akan berjalan beriringan dengan pemajuan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pemerintah meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi dan penghormatan HAM merupakan dua aspek komplementer yang harus diperkuat secara bersamaan.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa komitmen tersebut terus dibangun melalui dialog konstruktif dan prinsip saling menghormati.

Salah satu langkah nyatanya adalah penyelenggaraan Dialog HAM RI-Uni Eropa ke-11 yang telah berlangsung di Yogyakarta pada Februari 2026 lalu.

“Indonesia memandang bahwa kerja sama ekonomi dan penghormatan terhadap HAM perlu diperkuat secara bersamaan. Kami terus mendorong dialog terbuka guna meningkatkan pemahaman antar para pihak,” ujar Nabyl di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar RI untuk Uni Eropa, Andy Rachmianto, menekankan pentingnya semangat kesetaraan dalam setiap forum diskusi.

Menurutnya, dialog ini bukan sekadar pertukaran pandangan mengenai praktik perlindungan HAM, melainkan upaya untuk menciptakan kerja sama konkret yang memberi manfaat bagi kedua kawasan.

Forum Dialog HAM ini rutin membahas dinamika global serta dampak isu strategis terhadap pemajuan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan pendekatan yang seimbang, Indonesia optimistis kemitraan dengan Uni Eropa akan semakin solid tanpa mengesampingkan tanggung jawab moral terhadap perlindungan hak asasi. (*)