Realitarakyat.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meresmikan pembaruan tata pamer Museum Cipari di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (4/4).
Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam mentransformasi museum di Indonesia dari sekadar tempat penyimpanan menjadi pusat pengalaman dan dialog lintas generasi.
Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi Museum Cipari bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap museum.
Dengan tata pamer yang lebih modern dan penggunaan teknologi digital, museum diharapkan menjadi ruang belajar yang relevan dan imajinatif bagi masa depan bangsa.
“Kita ingin menjadikan museum sebagai ruang hidup, pusat dialog, dan tempat belajar. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat koleksi, tetapi juga merasakan dan terhubung secara emosional dengan akar sejarahnya,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya.
Museum Cipari dipilih karena signifikansinya dalam menyimpan jejak prasejarah nasional.
Menbud berharap pembaruan di museum ini menjadi model bagi 454 museum lainnya di Indonesia untuk mengemas narasi sejarah secara lebih menggugah dan kontekstual bagi generasi muda.
Selain revitalisasi fisik, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat ekosistem permuseuman dengan menggandeng sekolah, peneliti, dan industri kreatif.
Fadli Zon juga mendorong lebih banyak aktivitas ekskavasi dan kerja sama arkeologis guna menyingkap perjalanan peradaban masa lalu Indonesia.
“Museum harus berfungsi sebagai garda terdepan dalam merawat kebudayaan dan menjadi etalase bagi Indonesia sebagai negara adidaya budaya,” pungkasnya. (*)







