MPR Sebut Pendidikan Bermutu Jadi Syarat Mutlak Pemberdayaan Perempuan

MPR Sebut Pendidikan Bermutu Jadi Syarat Mutlak Pemberdayaan Perempuan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. //Ist /net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan bermutu merupakan kunci utama dalam memberdayakan perempuan di Indonesia.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar hak dasar, melainkan fondasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Lestari menyoroti masih rendahnya skor Indeks Kesenjangan Gender Indonesia tahun 2025 yang berada di angka 0,692, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-97 dari 148 negara. Ia menilai peningkatan mutu pendidikan menjadi strategi krusial untuk memperbaiki posisi tersebut.

“Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari mutu pendidikan. Ini adalah jalan utama untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4).

Meskipun angka partisipasi sekolah perempuan usia 7–12 tahun sudah mencapai 99,42 persen, Lestari memberikan catatan kritis pada sektor sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Merujuk data ILO 2024, lulusan perempuan di bidang STEM baru mencapai 35 persen, dan hanya delapan persen yang berkarir di sektor tersebut.

Lestari pun mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mencanangkan April 2026 sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan.

Ia berharap momentum ini dapat melahirkan sistem pendidikan inklusif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Pendidikan bermutu adalah fondasi agar perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor strategis,” pungkasnya. (ndi)