Realitarakyat.com – PT PLN (Persero) mengumumkan langkah besar dalam transformasi energi nasional dengan rencana mengeliminasi 2.139 mesin diesel di 741 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor yang mahal dan beralih ke Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis lokal.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengurangan PLTD merupakan strategi inti perusahaan untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus mengurangi biaya operasional. Menurutnya, ketergantungan pada solar untuk pembangkit listrik harus segera diakhiri karena beban biayanya yang sangat tinggi.
“Penggunaan energi yang masih berbasis kepada impor dan energi mahal, yaitu BBM, harus segera kami kurangi dalam jangka waktu pendek dan menengah,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Sebagai pengganti ribuan mesin diesel tersebut, PLN telah menyiapkan skema penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang memanfaatkan potensi aliran sungai atau air terjun skala kecil.
Jika lokasi tidak memungkinkan untuk PLTMH, PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi ini memastikan pasokan listrik tetap stabil meskipun matahari tidak bersinar.
Langkah akselerasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta percepatan konversi PLTD ke PLTS di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah telah menugaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengawal dan menyelesaikan berbagai kendala teknis maupun pendanaan dalam proyek konversi ini.
Konversi ini tidak hanya soal penghematan biaya, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia menuju energi bersih. Dengan mengganti mesin diesel, PLN secara langsung mengubah sumber energi “kotor” berbasis impor menjadi energi hijau yang bersumber dari kekayaan alam lokal.
“Langkah ini akan mengubah energi kotor berbasis impor menjadi energi bersih berbasis lokal,” pungkas Darmawan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan keterlibatan Danantara, proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru kedaulatan energi Indonesia.[prs]







