Realitarakyat.com – Sebuah kapal tanker raksasa (supertanker) milik perusahaan minyak nasional Iran, National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan berhasil meloloskan diri dari blokade laut Amerika Serikat (AS).
Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut saat ini terdeteksi tengah berlayar menuju perairan Indonesia.
Berdasarkan data dari lembaga pemantau TankerTrackers, kapal bernama HUGE (IMO: 9357183) itu mengangkut sedikitnya 1,9 juta barel minyak mentah. Muatan tersebut diperkirakan bernilai hampir 220 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,8 triliun.
“Sebuah supertanker milik NITC berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan Timur Jauh,” tulis pernyataan resmi TankerTrackers, Minggu (3/5).
Kapal tersebut dilaporkan sempat mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) sejak 20 Maret guna menghindari deteksi radar setelah meninggalkan Selat Malaka.
Informasi terakhir menunjukkan posisi kapal tengah melintasi Selat Lombok dan bergerak menuju kawasan Kepulauan Riau.
Insiden ini terjadi di tengah klaim ketatnya blokade AS di Selat Hormuz yang diberlakukan sejak 13 April 2026.
Meski Washington menyatakan kebijakan tersebut berhasil menekan ekonomi Iran, media pemerintah Teheran justru mengklaim puluhan kapal mereka tetap mampu menembus blokade demi menjaga arus ekspor minyak global.
Hingga saat ini, pihak militer AS menyatakan telah mencegat sedikitnya 41 kapal terkait Iran sejak operasi tersebut dimulai.
Namun, keberhasilan kapal HUGE mencapai perairan Indonesia menunjukkan masih adanya celah dalam pengawasan maritim di jalur vital perdagangan energi tersebut. (*)







