Realitarakyat.com – Komisi VII DPR RI meminta Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, LPP RRI, dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA untuk memperluas jangkauan promosi serta sosialisasi penyiaran FIFA World Cup atau Piala Dunia 2026.
Penegasan ini bertujuan agar euforia ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan bahwa salah satu langkah konkret yang harus diambil adalah meningkatkan sebaran program nonton bareng (nobar) resmi di berbagai pelosok daerah.
“LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA diwajibkan menindaklanjuti masukan pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI. Lakukan evaluasi berbasis data empiris mengenai keterjangkauan penyiaran Piala Dunia 2026,” kata Saleh saat membacakan kesimpulan rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5).
Mengingat waktu penyelenggaraan yang semakin dekat, Saleh meminta lembaga penyiaran plat merah tersebut untuk lebih aktif menggandeng pemangku kepentingan persepakbolaan nasional dalam setiap program serba-serbi Piala Dunia.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas konten penyiaran sekaligus memperkuat citra positif lembaga penyiaran publik nasional di mata penonton global dan domestik.
DPR berharap TVRI, sebagai pemegang hak siar televisi nasional, mampu menyajikan siaran yang berkualitas dan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Merespons arahan tersebut, Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyatakan komitmennya untuk menggaungkan “demam Piala Dunia” hingga ke wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). ANTARA akan mengoptimalkan infrastruktur distribusi berita yang dimiliki untuk memastikan informasi terkait turnamen tersebut sampai ke pelosok.
“Kita memastikan bekerja sama dengan mitra-mitra dalam distribusi pemberitaan di seluruh Indonesia melalui 34 biro dan 300 outlet LED yang kami miliki,” ujar Benny.
Sinergi antara TVRI, RRI, dan ANTARA diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi olahraga yang komprehensif, mulai dari siaran langsung pertandingan, laporan audio di radio, hingga produk berita teks dan visual di berbagai media luar ruang di seluruh tanah air.[prs]







