Realitarakyat.com – Komisi I DPR RI mendukung penuh keputusan pemerintah dan TNI untuk melanjutkan pengiriman personel perdamaian ke Lebanon. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan bahwa kehadiran pasukan yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tersebut memperkuat diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan, sekaligus mencerminkan tanggung jawab internasional bangsa.
“Komisi I DPR RI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang akan berangkat,” kata Dave di Jakarta, Sabtu (16/5).
Meski memberikan dukungan penuh, Dave menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan para prajurit yang bertugas di Lebanon harus tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
Ia meminta Kementerian Pertahanan dan TNI memastikan seluruh dukungan logistik serta koordinasi dengan mitra internasional berjalan optimal.
“Evaluasi berkelanjutan terhadap dinamika di lapangan perlu dilakukan agar setiap kebijakan tetap relevan dan prajurit dapat menjalankan tugas dengan aman,” kata dia.
Lebih lanjut, Dave menekankan pentingnya menjaga misi perdamaian ini dengan profesionalisme tinggi, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, serta membawa nama baik bangsa. Seluruh prajurit diimbau untuk selalu menjaga disiplin, soliditas, dan semangat juang.
“Sehingga kontribusi Indonesia semakin bermakna bagi perdamaian dunia,” kata dia.
Dave optimistis, dengan adanya dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, kehadiran pasukan perdamaian ini tidak hanya memperkuat posisi diplomasi nasional, tetapi juga menjadi teladan bagi dunia dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan internasional.
Sebelumnya, kepastian mengenai jadwal pemberangkatan ini telah disampaikan oleh pemerintah. Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengirimkan sebanyak 780 prajurit TNI ke UNIFIL pada pekan depan.
“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono saat ditemui setelah pernyataan pers bersama antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5).[prs]







