DPR  

Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil Kemenhan, Dave Desak Pengusutan Profesional

Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil Kemenhan, Dave Desak Pengusutan Profesional
Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Golkar, Dave Laksono/Net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meyakini kementerian dan instansi terkait akan menangani secara serius, transparan, dan profesional terkait insiden meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Evaluasi mendalam dinilai mendesak dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas negara sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tersebut.

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terkait wafatnya dua pemuda-pemudi di tengah masa latihan dasar kemiliteran (latsarmil) komponen kader pembangunan.

“Penting untuk memberikan ruang bagi proses penelusuran dan pendalaman fakta yang sedang berlangsung agar setiap informasi dapat dipahami secara utuh, objektif, dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada saat yang sama, saya mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan empati, kehati-hatian, dan rasa tanggung jawab dalam menyikapi peristiwa ini,” ujar Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6).

Atas nama Pimpinan Komisi I DPR RI, Dave menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, kedua peserta tersebut merupakan bagian dari generasi muda terbaik yang memiliki semangat pengabdian tinggi untuk memperkuat fondasi ekonomi desa dan masyarakat pesisir.

Menurut Dave, program SPPI sejatinya memiliki tujuan mulia dari negara untuk mencetak kader pembangunan yang berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat.

Oleh karena itu, penanganan hak-hak keluarga yang ditinggalkan serta kejelasan informasi publik harus menjadi prioritas utama saat ini.

Tabir insiden ini mulai terbuka setelah kabar duka mengenai kematian peserta latsarmil menyebar luas di media sosial sejak Senin (22/6). Pihak Kemenhan kemudian mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut keesokan harinya.

Dua peserta yang gugur diketahui bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Keduanya merupakan bagian dari program rekrutmen SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa salah satu peserta mengalami pemburukan kondisi kesehatan di tengah masa diklat.

“Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenhan bersama tim medis militer masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua peserta guna menjadi bahan evaluasi total pada standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan latsarmil ke depan.[prs]