Realitarakyat.com — Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan perhatian khusus bagi wilayah rawan bencana.
Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini meminta kedua lembaga mengoptimalkan alokasi anggaran agar langsung menyentuh pemenuhan alat taktis dan mitigasi cuaca ekstrem seperti El Nino.
Desakan tersebut disampaikan Erna usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/6).
Erna menyoroti minimnya sisa anggaran belanja modal Basarnas, yang membuat pengadaan sejumlah peralatan penyelamatan krusial masih berada di angka nol (zero).
“Ada pengadaan kapal SAR untuk kelas 2 dan kelas 5, ini sangat penting sekali. Kemudian UAV (Unmanned Aerial Vehicle), peralatan drone, dan radar locator, tapi itu belum dianggarkan. Bagaimana kita memberikan beban kepada Basarnas untuk menjaga keselamatan rakyat kalau tidak didukung peralatan yang bagus?” kata Erna, Rabu.
Selain peralatan SAR, BMKG juga diminta mengoptimalkan anggaran guna mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem jangka panjang yang berdampak pada ketahanan pangan.
Erna mendorong penguatan sistem peringatan dini, terutama di wilayah pesisir yang rawan terdampak aktivitas tektonik tinggi.
Ia mencontohkan wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Bengkulu yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Di Bengkulu sendiri, tercatat telah terjadi guncangan gempa sebanyak 627 kali sepanjang tahun 2025 lalu.
Menurut Komisi V DPR, sebagai garda terdepan keselamatan publik, postur anggaran kedua lembaga penanggulangan bencana ini harus sebanding dengan besarnya risiko tugas yang dihadapi di lapangan. (ndi)







