Realitarakyat.com – Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), secara terbuka membuka kemungkinan besar untuk memboyong deretan pemain andalannya sewaktu menukangi Tim Nasional Indonesia guna memperkuat armada Macan Kemayoran musim depan.
Langkah ini dinilai sangat potensial mengingat STY telah menakhodai Tim Garuda selama lima tahun penuh sejak 2020, di mana ia berhasil mengorbitkan dan menyaring barisan pemain pilar.
Beberapa di antaranya bahkan sudah berstatus sebagai penggawa Persija saat ini, sebut saja nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Witan Sulaeman, hingga Muhammad Ferarri.
“Ya, pasti ada niat untuk bawa pemain-pemain timnas sebelumnya ya yang bersama saya juga. Tetapi kan kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa, contoh ya seperti kontrak mungkin sudah terikat bersama tim-tim sekarang dan lain-lain juga,” kata STY dalam jumpa pers pengenalan dirinya yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin (8/6).
Selain melemparkan sinyal perburuan pemain berlabel timnas, juru taktik asal Korea Selatan yang diikat kontrak berdurasi tiga tahun oleh manajemen Persija ini juga memastikan akan memboyong gerbong staf kepelatihan kepercayaannya semasa di Timnas Indonesia lalu.
Kehadiran para asistennya ini diharapkan bisa mempercepat proses adaptasi program latihan di internal tim.
“Untuk asisten pelatih, pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di timnas juga,” tutur STY menambahkan.
Lebih lanjut, dalam kesempatan emosional tersebut, STY membocorkan cetak biru mengenai filosofi permainan yang akan ia usung bersama Persija Jakarta. Pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan bakal menerapkan gaya permainan sepak bola modern yang menitikberatkan pada skema agresif menyerang.
Pendekatan taktis teranyar ini diakuinya akan berbanding terbalik dengan strategi yang kerap ia terapkan bersama Timnas Indonesia terdahulu, yang cenderung lebih akrab dengan pakem permainan defensif rapat dan mengandalkan serangan balik cepat (counter attack).
“Memang saat di timnas Indonesia karena lawan-lawannya memang lebih kuat dan lebih baik daripada timnas Indonesia, jadi selalu kita bertahan dulu dan lalu kita counter attack,” kata STY memaparkan analisis komparatifnya.
Sebagai ekor berita, guna menyempurnakan transisi taktik menyerang yang agresif tersebut, STY menjadwalkan agenda diskusi mendalam bersama jajaran manajemen klub, terutama mengenai komposisi legiun asing yang akan didatangkan pada bursa transfer mendatang.
“Tetapi di liga mungkin perlu kita diskusi lanjut dengan Pak Panca pastinya dan dengan orang-orang yang di Persija Jakarta untuk membawa pemain-pemain asing pastinya, dan setelah itu pasti kita bisa melakukan permainan yang lebih baik dan lebih cepat, lebih agresif menyerang gitu,” pungkas STY.[prs]







