Realitarakyat.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Israel dan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon telah sepakat untuk menghentikan saling serang.
Klaim ini disampaikan Trump usai melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perwakilan tinggi Hizbullah.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Senin (1/6/2026), Trump menyatakan telah menerima jaminan dari Netanyahu bahwa Tel Aviv tidak akan mengirimkan pasukan militer ke ibu kota Lebanon, Beirut.
“Tak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan sudah dipulangkan,” tulis Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Selain mendesak Netanyahu untuk membatalkan serangan besar-besaran ke Beirut, Trump juga mengaku telah menjalin komunikasi yang positif dengan pihak Hizbullah.
Menurutnya, kedua belah pihak kini telah setuju untuk menghentikan seluruh aktivitas baku tembak.
Sebelumnya, ketegangan kembali meningkat setelah militer Israel menggempur wilayah Lebanon, meskipun kedua belah pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada 17 April 2026.
Kesepakatan yang sempat diperpanjang selama 45 hari tersebut resmi berakhir pada 1 Juni 2026.
Netanyahu berdalih serangan terbaru itu dilakukan sebagai respons atas tindakan Hizbullah yang menargetkan kota-kota dan warga Israel.
“Israel akan menyerang target teror di Beirut,” tegas Netanyahu sebelum klaim gencatan senjata dari Trump mencuat.
Eskalasi militer ini sempat mengancam upaya diplomasi yang sedang dibangun oleh AS dan Iran. Kedua negara tersebut diketahui tengah menggodok proposal perdamaian guna mengakhiri konflik yang telah pecah sejak 28 Februari lalu.
Aksi saling serang antara Israel dan Hizbullah sempat membuat pihak Teheran murka, hingga berujung pada pembekuan sementara negosiasi damai akibat pelanggaran komitmen perlindungan wilayah Lebanon. (*)







