Realitarakyat.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas, khususnya warga Sumatera Utara, menyusul tertangkapnya Bupati Langkat Syah Afandin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
PAN menyatakan keprihatinan dan kesedihan yang mendalam atas jatuhnya integritas kader yang dinilai mencederai kepercayaan publik tersebut.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mewakili pihak manajemen partai menegaskan bahwa perbuatan koruptif yang disangkakan kepada Syah Afandin murni merupakan tanggung jawab pribadi.
Tindakan tersebut dinilai sangat bertentangan dengan platform, visi reformasi birokrasi, serta garis perjuangan partai dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (clean governance).
“PAN memohon maaf atas kasus pelanggaran hukum dari kader. PAN akan terus melakukan pembinaan watak dan karakter kader serta meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Viva Yoga Mauladi dalam keterangan resminya kepada media, Jumat (3/7/2026).
Sebagai wujud tanggung jawab moral dan penegakan disiplin kelembagaan pasca-permohonan maaf tersebut, DPP PAN langsung mengambil langkah tegas.
Partai resmi menonaktifkan Syah Afandin dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Utara.
Guna memastikan roda organisasi dan fungsi kepartaian di daerah tetap berjalan kondusif, kendali operasional DPW PAN Sumatera Utara kini diambil alih secara langsung oleh jajaran pengurus pusat di Jakarta.
Partai juga menegaskan komitmennya untuk menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK secara profesional, objektif, dan transparan.
Pukulan Internal: Ingatkan Kembali Peringatan Keras Ketum Zulhas
Peristiwa ini diakui menjadi pukulan keras bagi internal partai. Viva Yoga mengenang kembali instruksi dan peringatan kaku yang selalu didengungkan oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), di setiap forum internal partai.
Zulhas diklaim tidak pernah lelah mematok standar integritas yang tinggi agar seluruh pejabat publik dari PAN—baik di lini eksekutif maupun legislatif—selalu mawas diri.
“Tidak henti-hentinya, Ketua Umum DPP PAN, Bang Zulkifli Hasan selalu mengingatkan dan berbicara keras kepada kader PAN yang berada di lembaga eksekutif dan legislatif untuk senantiasa menjaga integritas, patuh pada hukum, berhati-hati dalam bersikap dan bertindak di saat menjalankan tugas,” kenang Viva Yoga.
Permintaan maaf dan langkah tegas partai ini merupakan respons langsung atas operasi senyap KPK yang digelar di tiga wilayah di Sumatera Utara pada Kamis (2/7).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Syah Afandin bersama sejumlah oknum ASN dan pihak swasta atas dugaan keterlibatan praktik suap proyek infrastruktur di Kabupaten Langkat.[prs]







