Realitarakyat.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama para tokoh ulama Banten mendeklarasikan gerakan “Pesantrenku Aman” di Pondok Pesantren Al Mubarok, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/8/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan santri serta menghadirkan lingkungan pendidikan Islam yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), KH Miftah Faqih, menegaskan bahwa konsep keamanan di lingkungan pesantren kini harus dimaknai secara luas, tidak sebatas bebas dari ancaman fisik semata.
“Aman atau nyaman dalam proses belajar mengajar, nyaman mendapatkan transformasi keilmuan dari guru-gurunya, aman dari bullying, aman dari diskriminasi, serta aman dari keterputusan akses pendidikan yang semestinya,” ujar Miftah.
Miftah menambahkan, di era digital saat ini, pola pendisiplinan tradisional yang berpotensi melahirkan kekerasan fisik maupun psikis sudah tidak relevan.
Sebagai tindak lanjut nyata, PBNU memperketat sistem pengawasan melalui peran Dewan Masyayikh yang bertugas menjamin mutu kurikulum, menghadirkan pendampingan pembimbing (musrif/musrifah), serta menerapkan pola kepengasuhan modern yang transparan bagi para orang tua santri.
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik inisiatif tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi gerakan moral ini melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti DP3A, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama. (*)







