Buntut Larangan Impor Produk Permukiman, Israel Usir Diplomat Belanda dari Ramallah

Buntut Larangan Impor Produk Permukiman, Israel Usir Diplomat Belanda dari Ramallah
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. //net

Realitarakyat.com — Pemerintah Israel mencabut status diplomatik para diplomat Belanda yang bertugas di kantor perwakilan Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

Keputusan tersebut diambil sebagai balasan atas kebijakan Belanda yang melarang impor produk asal permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengumumkan pada Minggu (27/9/2026) bahwa diplomat Belanda diminta mengembalikan dokumen diplomatik terbitan Israel dalam waktu tujuh hari.

Saar menegaskan bahwa Belanda tidak lagi diizinkan menjalankan tugas diplomatiknya terkait Palestina dari wilayah yang dikendalikan Israel.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, menyatakan keprihatinannya atas keputusan Israel.

Berendsen menegaskan larangan impor produk permukiman ilegal merupakan bentuk kewajiban hukum internasional, bukan tindakan bermusuhan terhadap Negara Israel.

Langkah pencabutan status ini memperpanjang ketegangan diplomatik kedua negara, setelah bulan lalu Israel juga menarik delegasi Belanda dari Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza di Kiryat Gat.

Pengamat internasional menilai keputusan Israel ini mencerminkan semakin meningkatnya isolasi diplomatik negara tersebut di tingkat global. (*)