KNMP Tongke-Tongke Pangkas Rantai Distribusi Ikan

KNMP Tongke-Tongke Pangkas Rantai Distribusi Ikan

Realitarakyat.com  — Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mulai mengubah pola distribusi hasil tangkapan nelayan. Ikan yang sebelumnya harus dibawa terlebih dahulu ke Makassar kini dapat diproses di kawasan KNMP sebelum dikirim langsung ke sejumlah daerah, termasuk Jakarta.

Tuna menjadi salah satu komoditas utama yang dikonsolidasikan melalui Unit Pengolahan Ikan (UPI) KNMP Tongke-Tongke. Dalam beberapa bulan terakhir, pengiriman tuna dari kawasan tersebut tercatat mencapai sekitar 65 ton melalui enam kali pengiriman.

Nilai total komoditas yang dikirim tersebut diperkirakan mencapai Rp2,55 miliar.

Pengelola UPI KNMP Tongke-Tongke sekaligus Ketua DPC HNSI Sinjai, Emil Salim, mengatakan keberadaan fasilitas pengolahan di kawasan KNMP membuat hasil tangkapan nelayan dapat ditangani lebih dekat dengan lokasi pendaratan.

“Sekarang hasil tangkapan itu kita bawa ke UPI, langsung kita olah di sini. Kemudian sesuai dengan pesanan kita kirim ke Jakarta, kita kirim ke Surabaya, dan daerah-daerah lain,” kata Emil saat ditemui di KNMP Tongke-Tongke, Sabtu (26/9/2026).

Sebelum KNMP beroperasi, hasil tangkapan nelayan Tongke-Tongke harus terlebih dahulu dibawa ke Makassar sebelum masuk ke pasar yang lebih luas. Perjalanan dari Sinjai menuju Makassar membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam.

“Kalau dulu sebelum ada KNMP, hasil tangkapan nelayan itu dibawa ke Makassar, kurang lebih empat sampai lima jam perjalanan,” ujar Emil.

Kini, hasil tangkapan dapat langsung dibawa ke UPI yang berada di kawasan KNMP. Setelah melalui proses penanganan dan pengolahan, tuna dikirim berdasarkan permintaan pasar.

Catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan, KNMP Tongke-Tongke telah melakukan pengiriman tuna ke luar daerah sebanyak beberapa kali. Total pengiriman mencapai sekitar 65 ton dalam enam kali distribusi dengan nilai sekitar Rp2,55 miliar.

Jakarta menjadi salah satu tujuan distribusi. Pada Juli 2026, KNMP Tongke-Tongke tercatat mengirim tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur Makassar-Jakarta. Pengiriman tersebut menjadi distribusi domestik keempat dari kawasan KNMP Tongke-Tongke.

Pemilik kapal nelayan, Hairul Mukmin, mengatakan pola pemasaran hasil tangkapan kini berbeda dibandingkan sebelum KNMP beroperasi.

Menurut dia, sebelumnya nelayan umumnya menjual ikan kepada agen atau pengepul. Selanjutnya, ikan tersebut dibawa ke Makassar atau dikirim ke sejumlah perusahaan di Pulau Jawa.

“Kalau di sini kan dulunya, sebelum ada KNMP, nelayan itu menjualnya ada yang ke agen, ada yang ke pengepul, tengkulak. Pengepul ini yang kemudian bawa ke Jawa atau ke Makassar, di perusahaan,” kata Hairul.

Dengan adanya KNMP, hasil tangkapan dapat langsung masuk ke kawasan pengolahan sebelum didistribusikan ke pasar tujuan.

“Sekarang dengan hadirnya KNMP ini langsung tidak ada lagi tangan kedua, tangan ketiga, atau tangga-tangganya. Langsung dari nelayan ke KNMP,” ujarnya.

Pola tersebut membuat KNMP Tongke-Tongke berfungsi sebagai titik konsolidasi hasil tangkapan nelayan. Tuna yang didaratkan tidak hanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi dapat dikumpulkan, diolah, dan dikirim ke pasar di luar Sinjai.

Bagi nelayan, perubahan tersebut juga membuka jalur distribusi yang lebih pendek dari sentra produksi menuju pasar. Sementara bagi KNMP, aktivitas pengiriman tuna menjadi salah satu gambaran bagaimana fasilitas pengolahan di kawasan pesisir dapat menghubungkan hasil tangkapan nelayan dengan pasar yang lebih luas.(Din)