Realitarakyat.com — Polisi Italia menemukan uang tunai senilai 3,2 juta euro atau sekitar Rp 65 miliar yang disembunyikan di sebuah rumah di Caivano, wilayah Naples, Italia.
Uang tersebut ditemukan dalam penggerebekan yang merupakan bagian dari operasi pemberantasan mafia. Sebanyak 34 orang ditangkap dalam operasi yang menyasar jaringan yang diduga terkait klan Angelino.
Berdasarkan laporan kepolisian yang dikutip CNN dan laporan ANSA, uang tunai itu terdiri dari pecahan 50 euro. Bundelan uang dibungkus plastik dan disembunyikan di sejumlah tempat yang sulit terlihat, termasuk balik dinding, lantai, serta laci tersembunyi pada furnitur.
Petugas bahkan harus membongkar bagian dinding untuk mengeluarkan uang tersebut. Setelah ditemukan, tumpukan uang dibawa keluar menggunakan ember plastik sebelum dimasukkan ke kendaraan lapis baja.
Selain uang tunai, polisi menemukan 11 jam tangan mewah merek Rolex dengan nilai sekitar 127.000 euro. Sejumlah senjata dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas perdagangan narkotika juga diamankan.
Operasi Berbulan-bulan
Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan dipimpin jaksa antimafia Naples, Nicola Gratteri.
Penyidik sebelumnya melakukan penyadapan terhadap telepon seluler milik sejumlah anggota mafia yang berada di penjara. Berdasarkan keterangan kepolisian, telepon tersebut diduga diselundupkan ke dalam penjara oleh kerabat salah satu anggota kelompok.
Para tersangka disebut terkait dengan klan Angelino yang beroperasi di wilayah Caivano dan Casoria. Dalam penyelidikan, kelompok tersebut diduga terlibat dalam perdagangan narkotika dan pemerasan. Polisi menyebut 34 orang yang ditangkap sebagai pihak yang diduga kuat terlibat dalam sejumlah tindak pidana, dengan 23 orang ditahan di penjara dan 11 lainnya dikenai tahanan rumah.
Temuan uang tunai dalam jumlah besar itu juga menjadi salah satu bukti penting dalam perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum Italia.
Uang yang disita selanjutnya akan masuk ke Fondo Unico di Giustizia atau Dana Keadilan, yang digunakan negara untuk mendukung kepentingan penegakan hukum dan korban kejahatan terorganisasi.
Penggerebekan di Caivano juga kembali menyoroti aktivitas kelompok kriminal terorganisasi di kawasan tersebut. Caivano sebelumnya menjadi lokasi penerapan program pemerintah Italia yang dikenal sebagai “Caivano Model” untuk penanganan masalah kejahatan dan kondisi sosial di wilayah tersebut.
Sementara itu, sejumlah politisi oposisi Italia mempertanyakan efektivitas kebijakan pemerintah dalam memberantas kejahatan terorganisasi. Kritik tersebut disampaikan sebagai respons atas masih ditemukannya jaringan kriminal di kawasan Caivano.
Pemerintah dan aparat penegak hukum Italia tetap melanjutkan proses hukum terhadap para tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan barang bukti yang telah disita.(Din)






