Dari Kopassus ke Kementan, Misi Baru Saleh Mustafa

Dari Kopassus ke Kementan, Misi Baru Saleh Mustafa

Realitarakyat.com – Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Perwira tinggi yang selama ini dikenal melalui berbagai penugasan militer kini mendapat mandat untuk mendukung salah satu agenda strategis pemerintah, yakni mewujudkan swasembada pangan.

Pengangkatan Saleh Mustafa mengakhiri kekosongan kursi Wakil Menteri Pertanian yang berlangsung hampir tiga bulan sejak Sudaryono dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juli 2026. Kehadirannya di Kementerian Pertanian dinilai menjadi langkah penguatan pemerintah dalam mempercepat berbagai program ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengisian sejumlah posisi strategis dalam Kabinet Merah Putih. Di hadapan Presiden Prabowo, Saleh bersama para pejabat lain mengucapkan sumpah jabatan sebelum resmi menjalankan tugas baru di pemerintahan.

Bagi Saleh, penugasan ini menjadi perubahan medan pengabdian yang signifikan. Jika selama puluhan tahun kariernya ditempa dalam operasi militer dan kepemimpinan pasukan, kini tantangan yang dihadapinya berpusat pada sektor pertanian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969, Saleh merupakan lulusan Akademi Militer 1991 dari kecabangan Infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kariernya berkembang melalui berbagai penugasan penting, mulai dari Operasi Seroja, Operasi Tinombala, penugasan di Papua, hingga Operasi Damai Cartenz.

Pengalaman tersebut membentuk kapasitasnya dalam memimpin organisasi, menghadapi situasi kompleks, dan membangun koordinasi lintas sektor. Karakter kepemimpinan yang ditempa di berbagai medan operasi itulah yang kini diharapkan dapat membantu penguatan sektor pertanian nasional.

Sebelum dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, Saleh menjabat sejumlah posisi penting di lingkungan TNI Angkatan Darat. Ia pernah menjadi Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Panglima Kostrad, Inspektur Jenderal TNI, hingga dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Rekam jejak tersebut menunjukkan pengalaman panjang dalam mengelola organisasi besar dengan struktur yang kompleks. Modal itu dinilai relevan untuk mendukung pelaksanaan program-program pertanian yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Namun, sektor pangan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan dunia militer. Sebagai Wakil Menteri Pertanian, Saleh akan berhadapan dengan persoalan peningkatan produktivitas, stabilitas pasokan pangan, kesejahteraan petani, hingga target swasembada yang menjadi prioritas pemerintah.

Di balik latar belakang militernya, Saleh juga dikenal memiliki perhatian terhadap pendekatan sosial dan budaya. Pada 2016, ia menerbitkan buku Menuai Damai di Tanah Poso yang mengangkat pentingnya kearifan lokal dalam membangun harmoni masyarakat. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya dibentuk oleh strategi dan operasi, tetapi juga oleh kemampuan memahami dinamika sosial.

Kini, dari medan operasi menuju hamparan sawah dan ladang, Saleh Mustafa menghadapi tantangan baru yang tak kalah penting. Keberhasilannya akan diukur bukan lagi oleh operasi keamanan, melainkan oleh kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung cita-cita Indonesia mencapai swasembada pangan.(Din)