Realitarakyat.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyambut positif rencana perekrutan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) oleh Polri.
Menurut Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, pegawai yang direkrut menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri tersebut akan memperkuat Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditpikor) Bareskrim Polri.
“Justru akan memperkuat Ditpikor Bareskrim Polri dalam melakukan pemberantasan korupsi,” tutur Boyamin kepada wartawan, Selasa (28/9).
Ia berharap agar 56 pegawai KPK menyetujui dan mengambil keputusan untuk bergabung bersama Polri.
Selain itu, niat Kapolri Listyo Sigit dipandang sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para pegawai selama bertugas memberantas korupsi di lembaga sebelumnya.
“Saya kira ini bentuk penghargaan Kapolri karena sebenarnya orang-orang ini telah bersedia menjadi ASN”
“Ini bentuk loyalitas kepada negara dan loyalitas kepada pemerintah juga,” tuturnya.
Terlebih tujuan dibentuknya KPK yakni untuk memberdayakan lembaga-lembaga penegak hukum untuk memberantas korupsi secara optimal.
“Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kapolri yang merekrut mereka,” katanya.
Sebelumnya, dalam agenda konferensi pers persiapan pembukaan PON XX Papua, Listyo Sigit menyampaikan niatnya untuk merekrut pegawai KPK yang tidak lolos TWK untuk menjadi bagian dari lembaganya.
“Sata telah berkirim surat kepada Pak Presiden untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri khususnya Ditpikor,” tutur Listyo Sigit.
Permohonan tersebut mendapat respons positif dari Joko Widodo yang mengirimkan surat balasan melalui Menteri Sekretaris Negara yang diterima pada Senin, 27 September 2021.[prs]





