Setjen DPR Garap Proyek Security Sistem Rp56 Miliar, Formappi: Itu Pemborosan

Setjen DPR Garap Proyek Security Sistem Rp56 Miliar, Formappi: Itu Pemborosan

Realitarakyat.com – Sekertariat Jenderal (Setjen) DPR RI, ternyata sedang membangun proyek security sistem dengan nilai yang cukup fantastis, sekitar Rp 58.349.745.700,40 Miliar. Dilihat dari data LPSE DPR, proyek ini menggunakan dana APBN 2021.

Dalam website lpse dpr tersebut dijelaskan bahwa tender proyek itu sudah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp56 miliar.

“Apa sih urgensi pembangunan security sistem gedung DPR ini untuk saat ini? Inikan lagi situasi pandemi, kok jadi parah begini,” kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Lucius mendesak agar DPR segera membatalkan proyek yang dianggap mubazir dan tidak membawa kesejahteraan rakyat. “Pemborosan dan tak masuk akal itu proyek. Harus dibatalkan,” tegasnya.

Proyek tersebut, kata Lucius lagi, seolah-olah DPR sedang terancam saja nyawa penghuninya. Sehingga perlu pembangunan sistem sekuriti yang mahal. “Ada kecendeerungan DPR mulai dibikin seperti perusahaan yang perlu memproteksi diri dengan kemanan tingkat tinggi,” terangnya lagi.

Padahal sejatinya, kata Lucius, sebagai lembaga wakil rakyat dan lembaga publik, maka keterbukaan dan keleluasaan bagi publik untuk bisa datang dan bertemu dengan wakil rakyat harus dibuka selebar-lebarnya.

Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, sambung Lucius, semestinya refocusing anggaran itu mestinya untuk kebutuhan membantu rakyat. “Bukan malah menjauhi rakyat dengan perangkat keamanan yang canggih,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Kepala Biro Umum Setjen DPR RI, Djustiawan Wijaya yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatApp (WA) belum memberikan respon.

Bahkan hingga berita ini diturunkan pesan WA yang sudah dibaca Kepala Biro Umum Setjen DPR tersebut belum juga memberikan klarifikasinya terkait berita tersebut.[prs]