Sekolah di Padangsidimpuan Selatan Tampa Atap, Begini Ceritanya

Sekolah di Padangsidimpuan Selatan Tampa Atap, Begini Ceritanya

Realitarakyat.com – Sekolah Dasar (SD) Negeri 200218 di perbukitan makam Pahlawan di Jalan Melati, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, sempat viral di media sosial karena siswanya belajar di ruangan “beratapkan langit”.

Di balik sekolah “beratapkan langit” tersebut ada sejarah sekolah tersebut ditinggalkan siswanya atau tidak ada lagi pendaftar siswa baru sejak empat tahun lalu atau pada tahun ajaran 2016/2017. Mengapa demikian? Sekolah SD 200218 berada di bukit dengan akses jalan yang sulit dilalui.

Jalan setapak dengan puluhan anak tangga berdiameter sekitar 1 meter yang sulit dilalui, membuat orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. Di tambah banyak sekolah di sekitar warga yang jauh lebih mudah dicapai.

“Dulu siswanya banyak dari panti asuhan yang ada di sekitar makam pahlawan dan juga warga jalan melati. Termasuk anak-anak saya dulunya sekolah di sini,” ungkap Viktor Sinaga salah satu orang tua mantan siswa SD tersebut, Rabu (13/10/2021) .

Dia juga mengatakan bahwa sekolah tersebut adalah satu-satunya pilihan karena dekat dari rumahnya. “Rumah saya berada di pintu masuk ke sekolah tersebut. Tujuh orang anak saya alumni SD tersebut,” katanya.

Viktor Sinaga masih ingat betul sejarah berdirinya sekolah Inpres yang dibangun pada tahun 1974, sekarang menjadi SDN 200218. Awalnya, siswa di sekolah Inpres banyak karena SD Inpres tersebut satu-satunya sekolah yang ada. “Tempatnya sejuk banyak pepohonan di sekitar sekolah dan jauh dari koleksi,” kata Viktor.

Dia juga sempat heran setelah mengapa sekolah tersebut tidak lagi terurus viral di media sosial. Sekitar bangunan sekolah ditumbuhi rumput dan pepohonan di sisi belakang dan depan. Berada di bukit dengan jurang sisi depan dan belakang sekolah terkesan angker. Di sisi belakang sekolah berada di lereng, di bawahnya terdapat dasar Sungai Aek Sibontar. Sedang di sisi depan sekolah ada jurang mengarah ke jalan melati dan Makam Pahlawan.

Seiring perkembangan zaman, pertumbuhan bertambah banyak dan sekolah mulai berdiri. Namun sekolah SDN 200218 tersebut tidak ada perubahan. Berada di atas bukit tidak ada bangunan rumah di sekitarnya.

setidaknya ada empat sekolah dasar kini berdiri megah diluar SDN 4 Ujung Padang yang mudah dicapai. Para warga Jalan Melati sekitarnya memilih menyekolahkan anaknya di tempat ramai dan mudah dicapai dibanding sekolah SDN 200218 yang berada di atas bukit.

Kepala Sekolah SDN 200218, Alihot Suhaimi Harahap, mengatakan, sebagai catatan sebagai sekolah tahun 2019 lalu sekolah ini sudah rusak. Beberapa ruang kelas termasuk perpustakaan sengnya sudah tidak ada begitu juga mobil dan lemari banyak rusak.

Jumlah siswa sekolah tersebut saat ini tinggal 6 siswa lima orang duduk di bangku kelas lima dan satu orang duduk di bangku kelas enam. “Untuk sementara 6 orang siswa kita titipkan ke sekolah SD 4 Ujung Padang, menunggu kedatangan sekolah selesai,” kata Alihot.

Kini sekolah tersebut sudah diperbaiki. Atapnya dipasang baru. Para tukang bangunan sedang bekerja, tepat waktu pada sekolah tersebut difungsikan.(Jhs)