Hindari Stunting, DPR Ajak Masyarakat Pahami 4T

  • Bagikan
edy
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyatakan angka kejadian stunting, atau kekerdilan/gagal tumbuh merupakan isu global yang menjadi perhatian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Pemerintah.

“Karena itu, hal ini bisa dikatakan cukup memperihatinkan dan harus menjadi perhatian kita bersama untuk dapat bekerjasama antar instansi dalam upaya menekan angka kejadian stunting ini,” tegas Edy dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/11).

Menurutnya, perangkat pemerintah, BKKBN, hingga perangkat desa bahkan sampai bidan desa harus memiliki kerjasama yang baik dalam menyelesaikan masalah stunting. Sebab tingginya angka stunting dapat berpengaruh pada kualitas SDM Indonesia ke depan.

Ia menekankan pentingnya asupan gizi yang baik pada ibu hamil ataupun anak pada 1000 hari kelahiran, stimulasi yang baik pada anak-anak, kontrol kesehatan pada ibu dan anak, kebersihan lingkungan. Hal itu harus menjadi prioritas penanganan dalam menyelesaikan permasalahan stunting.

Selain itu, kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jateng itu, masyarakat harus memahami 4T, yaitu terlalu muda usia melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran dari anak 1 ke anak selanjutnya, terlalu tua usia melahirkan, dan terlalu sering melahirkan.

“4T itu merupakan faktor yang beresiko bagi kesehatan baik ibu ataupun anak,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Jateng 3 itu.

Di sisi lain, Edy Wuryanto mengungkapkan bahwa di Jawa Tengah memiliki kasus stunting yang terbilang tinggi di Indonesia dengan angka stunting sebesar 27,74 persen. Ia mengajak agar masyarakat bersama-sama menyadari pentingnya bahaya stunting.

“Stunting ini sering terjadi ketika terjadi pernikahan dini, sebab usia di bawah 21 tahun mengandung,itu beresiko tinggi terhadap anak dalam kandungan,” ujar Edy.

Ia mengajak mereka usia dibawah 21 lebih baik jangan menikah dulu. Kaum muda dengan usia di kisaran itu lebih baik fokus sekolah untuk menambah ilmu pengetahuan. Atau, lanjutnya, bekerja terlebih dahulu, setelah mapan baru menikah.[prs]

  • Bagikan