Realitarakyat.com – Gede Pasek Suardika mengatakan kepindahannya ke Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) bukan karena ada konflik dengan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso). Keputusannya mengundurkan diri dari Hanura karena hitung-hitungan politik.
“Enggak (ada konflik), saya berkali-kali diskusi dengan beliau, bahkan terakhir sebelum beliau operasi cangkok ginjal kami sudah pamitan,” kata Pasek kepada wartawan, Jumat (5/11).
Pasek mengatakan, Oso sebenarnya meminta dirinya tetap bertahan di Hanura. Namun, ia mengaku punya hitung-hitungan politik tersendiri.
“Tapi kan saya punya hitungan politik kalau lewat tahun ini, maka tidak ada satu irang pun yang bisa membuat parpol di Indonesia untuk bisa ikut 2024 ini pun sudah sangat mepet sekali, ini sudah sangat rasional pilihan politik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pasek menyampaikan, kepindahannya ke PKN bukan lah pilihan yang mudah. Terlebih selama ini dirinya dikenal dekat dengan para kader-kader Hanura di daerah.
“Saya pamit lewat rapat zoom karena saya kandekat dengan teman-teman daerah jadi kita pamit juga artinya apa pilihan politik yang saya bangun ini memerlukan waktu dan salah perhitungan waktu maka sulit, maka saya memilih tapi tetap silaturahmi kemanusiaan kita rawat,” tuturnya.[prs]







