Daerah  

Diduga Ada Permainan Dibalik Pembangunan Waduk Lambo

Diduga Ada Permainan Dibalik Pembangunan Waduk Lambo
Ilustrasi (Ist)

Realitarakyat.com – Polemik terkait penolakan pembangunan Waduk Lambo, di Kabupaten Nagekoe oleh masyarakat adat setempat hingga saat ini belum berakhir.

Bahkan, penolakan warga terkait pembangunan waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo, warga masyarakat adat menggelar aksi unjuk rasa hingga berujung ricuh namum Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nagekeo serasa menutup mata.

Alasan masyarakat adat menolak pembangunan Waduk Lambo ini karena merupakan tempat atau lokasi upacara adat dan menjadi lokasi perburuan adat dari masyarakat adat setempat.

Proyek pekerjaan Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo merupakan proyek nasional melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II.

Dosen Fisip Undana Kupang, Lasarus Jehamat kepada wartawan, Senin (04/04/2022) menegaskan bahwa pembangunan waduk Lambo, Kabupaten Nagekeo diduga syarat kepentingan oleh oknum – oknum tertentu.

Menurutnya, apakah benar pembangunan Waduk Lambo ini untuk kepentingan masyarakat ataukah hanya untuk kepentingan segelintir orang.

Masih menurut Lasarus, jangan karena dengan alasan untuk membangun waduk, pemerintah merongrong budaya atau istiadat yang secara turun temurun menjadi warisan masyarakat adat setempat.

“Apakah benar pembangunan waduk ini untuk kepentingan masyarakat?, jangan beralasan karena untuk pembangunan maka budaya atau adat istiadat warga adat dirongrong. Ini sudah tidak benar lagi. Ini saya menduga ada kepentingan dalam pembangunan waduk Lambo ini,” ujar Lasarus.

Lasarus meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nagekeo segera menutup atau menghentikan pembangunan Waduk Lambo untuk sementara waktu hingga masalah ini diselesaikan.

“Pemda Kabupaten Nagekeo, harus menghentikan pembangunan Waduk Lambo untuk kepentingan umum. Selesaikan dulu masalahnya jika sudah jelas baru lanjutkan,” harapnya.

Ditambahkan Lasarus, kuat dugaan ada kepentingan dan ada sesuatu masalah besar dalam pembangunan Waduk Lambo. “Apakah sudah ada sosialisasi terkait pembangunan ini,” ujarnya.

Sebagai akademisi, katanya, snagat mendukung pembangunan waduk Lambo, namun apakah benar jika waduk Lambo dibangun bisa menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Nagekeo atau warga sekitar. Dan, apakah seluruh tahapan sudah dilewati secara baik.

“Apakah sudah minta ijin kepada lembaga – lembaga adat setempat karena menjadi daerah perburuan adat, upacara adat dan gereja warga adat setempat. Ini menjadi soal,” katanya.

“Kalau ada penolakan dari masyarakat adat setempat berarti ada soal besar disana yang belum diselesaikan dalam proses ini,” tambahnya.(rey)