Realitarakyat.com – Dinas Kesehatan Banda Aceh meminta warga setempat mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena menunjukkan peningkatan kasus dalam waktu dua bulan terakhir.
“Kasus DBD di Banda Aceh memang meningkat dalam dua bulan terakhir, yaitu pada bulan Juli dan Agustus, sebelumnya tidak banyak,” kata Kepala Dinkes Banda Aceh Lukman di Banda Aceh, Jumat (2/9).
Ia mengatakan kasus DBD di ibu kota Provinsi Aceh itu sejak Januari-Agustus 2022 mencapai 136 kasus. Jumlah tertinggi pada Juli yakni menyerang 36 orang dan Agustus sebanyak 46 orang.
“Dari jumlah kasus tersebut, sampai dengan hari ini sudah ada empat orang yang meninggal dunia,” ujarnya.
Data perkembangan DBD di Banda Aceh, yakni Januari 10 orang (dua meninggal), Februari empat orang, Maret tiga orang, April sembilan orang (satu meninggal), Mei 11 orang, Juni 17 orang, sedangkan Juli 36 orang (satu meninggal), dan Agustus 46 orang.
Pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan DBD, seperti mendorong masyarakat menerapkan 3M, yaitu menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.
“Bahkan, kita juga sudah menyurati ke desa-desa melalui puskesmas untuk selalu waspada dan benar-benar menerapkan 3M ini,” katanya.
Ia menyampaikan Banda Aceh saat ini musim hujan yang riskan menimbulkan genangan air. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu membersihkan selokan agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Pemerintah Banda Aceh saat ini juga sedang melakukan gerakan masif pengasapan, meskipun langkah itu hanya memberantas nyamuk dewasa dan bukan membunuh jentik yang menjadi prioritas.
Namun, katanya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya serius dilakukan pemkab setempat dalam menekan kasus DBD.
“Karena cuaca musim sedang hujan dan mudah tergenang air yang dapat mempercepat perindukan nyamuk, maka masyarakat harus benar-benar membersihkan selokan (mencegah timbul jentik baru, red.),” demikian Lukman.







