Realitarakyat.com – Dokter spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit Jakarta, dr Yenny Sinambela, SpKJ menjelaskan bahwa pengaruh ketergantungan gawai bisa menyebabkan obesitas serta mudah diserang lupa.
“Dalam aspek kognitif jadi mudah lupa, istilahnya tidak konsentrasi begitu lah ya. Terus secara fisik, dia bisa obesitas,” kata Yenny, Senin (29/4).
Ketergantungan gawai juga bisa membuat obesitas ketika orang menjadi terbiasa menyiapkan makanan di sekitarnya sebelum melakukan aktivitas bersama gawai agar kesenangannya tidak terganggu.
“Akibatnya badannya menjadi gede,” kata Yenny.
Dampak lainnya, saraf motorik di tubuh mulai terasa nyeri akibat terus terpaku menahan posisi bermain gawai yang tidak terlalu aktif.
“Kepala mulai terasa pusing, atau tangannya terasa sakit,” kata Yenny.
Kemudian, adiksi terhadap penggunaan gawai juga menyebabkan seseorang menunda-nunda kegiatan produktif lain seperti bekerja atau belajar.
Ketergantungan penggunaan gawai juga bisa memunculkan masalah lain misalnya bangkrut, jika gawai tersebut dipakai untuk bermain judi daring, atau meningkatnya masalah pada pernikahan.
Yenny juga tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang yang terserang ketergantungan gawai dapat rentan terhadap gangguan kecemasan, bahkan depresi.
Jika seperti itu, Yenny menganjurkan orang yang terserang adiksi untuk dibawa oleh orang terdekatnya untuk memperoleh pertolongan medis dari dokter spesialis kesehatan jiwa.







