Realitarakyat.com – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Bayu Prahara mengungkap, pihaknya mulai mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi pada musim kemarau tahun 2024.
“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, wilayah Kabupaten Cilacap diprakirakan memasuki awal musim kemarau pada dasarian (10 hari, red.) kedua bulan Mei,” kata Bayu di Cilacap, Jumat (3/5).
Tanda-tanda akan datangnya musim kemarau, kata Bayu, pun sudah mulai dirasakan di Cilacap.
“Kami juga sudah bersurat ke PDAM untuk turut mempersiapkan apabila sewaktu-waktu masyarakat meminta bantuan air bersih, dan BPBD siap mendistribusikan bantuan-bantuan air bersih itu,” jelas dia.
Selain ke PDAM, kata dia, pihaknya juga telah bersurat ke perusahaan-perusahaan agar ikut mengantisipasi dampak kekeringan yang dialami masyarakat pada musim kemarau.
Pihaknya juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak terutama pada musim kemarau.
Langkah-langkah antisipasi tersebut disiapkan karena berdasarkan hasil pemetaan, dan terdapat 105 desa yang rawan kekeringan pada musim kemarau.
“Desa-desa yang rawan kekeringan itu tersebar di 20 kecamatan, antara lain Kawunganten, Bantarsari, dan Patimuan. Semoga musim kemarau tahun ini tidak panjang, sehingga jumlah desa yang terdampak kekeringan tidak terlalu banyak seperti tahun lalu,” jelas dia.
Dalam hal ini, kata dia, BPBD Kabupaten Cilacap pada musim kemarau tahun 2023 mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 1.843 tangki atau setara dengan 9.215.000 liter untuk 19.024 keluarga yang terdiri atas 57.642 jiwa di 86 desa dari 20 kecamatan.
Dengan adanya perluasan jaringan PDAM di sejumlah wilayah, jumlah desa yang rawan kekeringan akan berkurang.
Kendati demikian, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui APBD tahun 2024 telah mengalokasikan anggaran senilai Rp200 juta untuk penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau.
“Jika ternyata anggaran tersebut tidak mencukupi, kami akan mengajak perusahaan-perusahaan untuk ikut serta menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Bayu.







