Daerah  

Bey: Tambang di Jabar Tak Mungkin Dikelola Ormas Keagamaan

Tambang, Bey Triadi
Pj Gubernur Jabar Bey Triadi/Net

Realitarakyat.com – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menyebutkan bahwa tambang di Provinsi Jawa Barat tidak memungkinkan bagi ormas keagamaan untuk mengelolanya.

Hal ini, kata Bey senada dengan beleid dari Presiden Joko Widodo terkait pemberian wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) kepada badan usaha milik Ormas Agama, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Menurut Bey, jika merujuk aturan tersebut, maka izin untuk usaha yang diperbolehkan adalah mineral dan batu bara, dan dua potensi pertambangan ini tidak ada di Jawa Barat.

Meski dua komoditas tambang tersebut tidak ada di Jawa Barat, pihaknya sudah meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat untuk menyiapkan informasi jika ada pihak dari ormas keagamaan berkonsultasi terkait hal tersebut.

“Namun tetap harus diantisipasi, juga karena sudah ada arahannya sudah jelas diperbolehkan. Kita jangan sampai tidak tahu, atau tidak bisa menjawab,” katanya, Selasa (11/6).

Sementara, Kepala DPMPTSP Jabar Nining Yuliastiani mengatakan izin pertambangan yang diterbitkan oleh Menteri BKPM untuk ormas memang hanya untuk pengelolaan izin mineral dan batubara.

“Jawa Barat itu isinya pasir kuarsa untuk bahan bangunan saja, kita tidak punya mineral,” ujarnya.

Nining mengaku sudah ada beberapa pihak yang berkonsultasi mengenai aturan baru tersebut. DPMPTSP Jabar sendiri saat ini menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk masuk dalam fasilitasi OSS untuk izin usaha yang dilakukan oleh yayasan.

“OSS itu yang masuk izin badan usaha, nah kalau ormas itu kemungkinan besar yayasan. Nantinya rencananya di OSS akan difasilitasi bahwa untuk yayasan, ormas itu bisa masuk dan melakukan pemanfaatan izin,” ucap Nining.