News  

Banyak Pemuda Main Judi Online Karena Minim Literasi Digital

Banyak Pemuda Main Judi Online Karena Minim Literasi Digital
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam. //ist/net

Realitarakyat.com – Banyaknya pemuda yang bermain judi online (Judol) karena minim literasi digital.

Deputi Pengembangan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh menyatakan hal itu menyikapi temuan PPATK.

Niam menyebut, masyarakat khususnya kalangan pemuda, hanya asik menikmati perkembangan teknologi saat ini, namun, tidak dibarengi dengan pemanfaatan teknologi untuk hal positif.

“Tidak disertai dengan literasi digital secara memadai, maka potensi penyalahgunaan ruang digital ini meluas. Kesadaran memanfaatkannya secara positif, itu tidak berimbang dengan laju perkembangannya,” kata Niam, di Jakarta, Minggu (1/12/2024).

Selain itu, Niam menambahkan minimnya literasi digital menjadikan kemajuan teknologi dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal ini menjadi salah satu faktor banyaknya kalangan pemuda terjerumus Judol.

Sebelumnya diberitakan, PPATK mendata pengguna Judol didominasi oleh kalangan pemuda. Jumlah presentasenya disampaikan Koordinator kelompok humas PPATK, Natsir Kongah, mencapai 80 persen.

Bahkan para pemuda itu, diungkapkannya, merupakan kelompok pemuda dengan penghasilan rendah. “Ini artinya, banyak dari kelas ekonominya rendah, kita lihat penghasilan dari rata-rata keluarga (pemuda) itu paling Rp100-Rp200 ribu,” ujar Natsir. ***