Istana Tolak Ide Pakai Dana Zakat untuk MBG

Istana Tolak Ide Pakai Dana Zakat untuk MBG
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Anto Mukti Putranto/Net

Realitarakyat.com – Istana memberikan tanggapan terhadap usulan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sultan Bachtiar Najamudin soal pembiayaan program makan bergizi gratis (MBG) dengan menggunakan dana zakat.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Anto Mukti Putranto menilai, usulan ketua DPD tersebut akan menjadi kebijakan yang bertujuan. Dia menilai, Presiden Prabowo Subianto sudah menghitung kebutuhan anggaran program tersebut yang bisa dibiayai negara atau melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Menurut dia, sangat memalukan bila pemerintah harus mengambil dana zakat demi menambah anggaran MBG.

“Jadi sudah betul-betul luar biasa [disiapkan anggaran Rp71 triliun]. Jadi, gak ada yang ngambil dari mana [luar APBN]? Zakat, itu sangat mendesak itu. Ya bukan seperti itu kami,” kata Putranto kepada awak media, Kamis (16/1).

“Jadi, enggak ada yang ngambil dari zakat, itu sangat memalukan itu ya, bukan seperti itu,” ucap Putranto.

Dia pun mengklaim, sama sekali belum pernah mendengar rencana kebijakan penggunaan dana di luar APBN untuk membiayai program MBG. Menurut dia, seluruh keputusan soal program unggulan tersebut berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Sampai saat ini saya belum mendengarnya ya. Semua itu dari bapak presiden yang menentukan itu jadi sabar ya,” ujar Putranto.

Sebelumnya, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin mendorong keterlibatan masyarakat dalam program pembiayaan MBG, salah satunya melalui program dana zakat. Oleh karena itu, pemerintah tidak bekerja sendiri berdasarkan anggaran yang ada.

“Di antaranya saya kemarin juga berpikir kenapa enggak ya zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita mau libatkan ke sana, itu salah satu contoh,” kata Sultan kepada awak media di Kompleks Parlemen, dikutip Rabu (15/1/2025).

Menurut dia, Indonesia memiliki semangat gotong royong yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah. Sehingga, semangat gotong royong itu menurutnya dapat dimanfaatkan untuk membantu program MBG. Tak hanya itu, Sultan juga melibatkan keterlibatan pihak asing dalam program prioritas Prabowo tersebut.

Anggaran MBG memang menjadi sorotan, sebab dana Rp71 triliun tersebut diragukan dapat membiayai pemberian makan gratis setiap harinya. Apalagi, baru-baru ini terdapat daerah yang masih menggunakan dana pribadi Prabowo dalam pelaksanaannya.[prs]