Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam dunia politik sebagai syarat utama demokrasi yang berkualitas. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya sekadar hak, tetapi juga kebutuhan bagi terciptanya demokrasi yang sehat dan inklusif.
“Dengan semakin banyak perempuan di parlemen, kebijakan yang dihasilkan akan lebih berimbang dan mencerminkan kepentingan seluruh rakyat,” ujar Eddy dalam keterangannya pada Minggu (16/2).
Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Sekolah Politik Perempuan yang diselenggarakan oleh Nasyiatul Aisyiyah. Dalam pidatonya, ia menyoroti urgensi peningkatan keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan strategis demi memperkuat demokrasi serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Perempuan bukan hanya pelengkap dalam politik, tetapi aktor utama dalam pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap kebijakan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eddy menekankan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki komitmen kuat dalam mendorong partisipasi perempuan di dunia politik. Menurutnya, hal ini terbukti dengan banyaknya calon legislatif perempuan yang diusung PAN pada Pemilu 2024.
“PAN telah menunjukkan komitmennya dengan memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkontribusi dalam politik. Ini terlihat dari pencalegan, di mana PAN menjadi partai yang paling banyak mencalonkan perempuan sebagai caleg pada Pemilu 2024,” jelasnya.
Tidak hanya dari sisi pencalegan, Eddy yang juga merupakan Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa PAN turut memberikan kepercayaan penuh kepada kader perempuan dalam kepemimpinan di alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR RI.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap perempuan dalam politik, kami juga menempatkan anggota DPR perempuan dalam jabatan strategis, seperti pimpinan komisi, ketua kelompok fraksi (Kapoksi), hingga Ketua Fraksi PAN di DPR RI,” tambahnya.
Acara Sekolah Politik Perempuan ini bertujuan untuk membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam kepemimpinan serta strategi politik. Selain itu, forum ini juga membuka wawasan mengenai tantangan dan peluang yang ada dalam dunia politik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang siap berkontribusi dalam pengambilan kebijakan baik di tingkat nasional maupun daerah. Eddy menutup pidatonya dengan harapan agar perempuan semakin berani mengambil peran dalam politik dan berkontribusi dalam menciptakan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Perempuan harus lebih berani dan percaya diri dalam mengisi ruang-ruang politik. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menjadi agen perubahan yang signifikan dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.[prs]







