Realitarakyat.com – Pengaruh sains muncul pada kebijakan untuk menghadapi dampak perubahan iklim di Indonesia, salah satu upaya pemerintah membangun Great Wall Sea menanggapi perubahan iklim atau climate change.
Pakar Iklim IPB University, Dr. Impron, M.Sc mengungkapkan pengaruh sains dan kebijakan terhadap dampak perubahan iklim di Indonesia. Ia mengatakan, salah satu upaya pemerintah yang tanggap dengan perubahan iklim atau climate change adalah membangun Great Wall Sea.
“Great Wall Sea adalah istilah yang digunakan untuk menyebut proyek tanggul laut raksasa yang dibangun di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Tanggul ini sebagai perlindungan terhadap abrasi, kenaikan permukaan air laut, dan banjir rob,” kata Impron, Sabtu (15/2/2025).
Ia pun memaparkan terkait pemahaman terhadap proyek tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah dari sisi kebijakan dan sains menghadapi perubahan iklim dan pengamanan ekosistem pesisir yang semakin terancam akibat eksploitasi lahan dan pemanasan global.
Lebih lanjut, Impron menuturkan, pemanasan global menyebabkan es di Greenland, Antartika, dan gletser di pegunungan mencair lebih cepat. Air yang sebelumnya terperangkap dalam es ini mengalir ke laut, dan meningkatkan volume air laut secara global.
Dampak kenaikan permukaan laut yaitu banjir rob yang lebih sering di daerah pesisir, erosi pantai yang mengikis daratan dan mengancam permukiman, serta intrusi air laut yang mencemari sumber air tawar.
Karena itu, berbagai negara, termasuk Indonesia, berupaya mengatasi dampak ini dengan membangun tanggul laut. Selain itu juga melestarikan ekosistem pesisir, serta mengurangi emisi karbon untuk memperlambat laju perubahan iklim. ***







