Realitarakyat.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut berdampak pada perubahan pola makan siswa penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiasih, Kota Bekasi, Erlinda Matondang.
Menurutnya sejak mengikuti program MBG, para siswa kini cenderung mengkonsumsi makanan sehat dalam keseharian. Salah satunya mengurangi konsumsi mie instan di kantin sekolah.
“Sekarang siswa penerima manfaat MBG mulai jarang mengkonsumsi mie instan di kantin sekolah. Mereka tetap jajan hanya saja bukan mie, melainkan makanan lain yang jauh lebih sehat,” kata dia, melalui keterangannya, Senin (19/5/2025).
Bahkan kata dia, sebagian kantin sekolah sudah tidak lagi menjual mie instan. Ini karena perubahan pola makan para siswa di sekolah tersebut.
Adapun dampak lain sejak diberlakukannya MBG salah satunya terhadap tingkat kehadiran siswa yang cenderung tinggi sejak berlangsungnya MBG. Sebab para siswa merasa sayang jika sampai tidak mendapatkan jatah MBG.
“Sekarang sejak ada MBG tingkat kehadiran siswa meningkat. Karena mereka itu sayang, kalau sampai gak dapat menu MBG karena tidak masuk sekolah,” kata dia.
Sejauh ini, pihaknya mengklaim pelaksanaan MBG di Kecamatan Jatiasih berjalan lancar. Hanya saja tantangan yang dihadapi yakni dalam mengelola menu agar tidak monoton sehingga siswa tidak bosan.
“Awal-awal memang ada kendala, seperti ada semacam upaya sabotase tapi itu di awal. Sekarang tantangan beratnya bagaimana membuat menu yang tidak monoton, siswa suka tapi gizi tetap terpenuhi,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.
Sekadar diketahui, pelaksanaan MBG di Kecamatan Jatiasih sudah berlangsung sejak 6 Januari 2025 hingga saat ini. Adapun total penerima manfaat sebanyak 3.393 orang yang itu berasal dari 8 sekolah, 2 posyandu dan 1 PAUD. ***







