Kemenkes: Kasus ‘Super Flu’ H3N2 di Indonesia Turun Drastis Dibanding 2025

Kemenkes: Kasus 'Super Flu' H3N2 di Indonesia Turun Drastis Dibanding 2025
Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Andi Saguni. //net

Realitarakyat.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penurunan signifikan kasus influenza A H3N2 subclade K—yang kerap dijuluki masyarakat sebagai ‘super flu’—hingga minggu ke-38 tahun 2026.

Sepanjang 2026, Kemenkes hanya menemukan 22 kasus, jauh berkurang dibandingkan 166 kasus pada 2025.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa subtipe virus influenza yang mendominasi di Indonesia saat ini adalah influenza A H1N1 PDM09, bukan varian H3N2.

Andi membeberkan bahwa istilah ‘super flu’ hanyalah penamaan awam dan bukan nomenklatur resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kemenkes.

Istilah tersebut berpotensi memicu pemahaman keliru seolah-olah varian ini menyebabkan tingkat keparahan yang luar biasa.

Secara klinis, tidak ada perbedaan gejala signifikan antara H1N1 PDM09 dan H3N2 subclade K. Keduanya merupakan virus influenza A musiman yang menyerang saluran pernapasan dengan tingkat keparahan yang serupa.

Dari data Kemenkes, 22 kasus H3N2 subclade K yang tersebar di 20 provinsi pada tahun ini seluruhnya ditemukan sebelum minggu ke-16 surveillance.

Setelah periode tersebut hingga minggu ke-38 tahun 2026, Kemenkes tidak lagi mencatat adanya penambahan kasus baru.