Realitarakyat.com – Sebagian besar peternakan sapi Indonesia terancam berhenti beroperasi jika tidak ada regenerasi dari 5 juta peternak sapi lokal.
“Data menunjukkan 56 persen dari peternak yang saat ini menggeluti profesinya, itu umurnya sudah di atas 50 tahun. Sebagus apapun program pemerintah yang berjangka panjang, tapi tidak diminati oleh anak muda, saya jamin gagal,” ujar Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Nanang Purus Subendro, di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, banyak orang menganggap peternakan sebagai profesi yang kurang menarik, sehingga minat untuk terjun ke bidang ini rendah. Padahal, jika ditekuni dengan serius, peternakan memiliki potensi yang sangat besar.
“Ssaat ini (peternak sapi) masih bisa memproduksi dan bisa jalan. Itu karena saat ini 30 persen kepemilikannya (tiap peternak) sampai dengan 10 ekor sapi, namun baru sekitar 7 persen yang benar-benar profesional,” kata Nanang.
Ia menyebut konsumsi daging Indonesia 2,56 kilogram per kapita dan defisitnya mencapai 400 ribu ton. Jika konsumsi Indonesia setengah dari Malaysia yang 7 kilogram per kapita, maka defisit produksi akan semakin besar. ***







