Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan gerakan Adiwiyata bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
Ia mengajak sekolah, pemerintah, swasta, dan masyarakat bergotong royong menjaga bumi melalui aksi sederhana seperti pengelolaan sampah, hemat energi, dan penanaman pohon.
Hal itu disampaikan Ibas saat membuka acara Sosialisasi Sekolah Adiwiyata: Merawat Bumi, Merajut Peradaban di Pacitan, Jumat (8/8), yang dihadiri ratusan kepala sekolah dari 270 sekolah di wilayah tersebut dan mendapat dukungan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Ancaman kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dunia pendidikan harus jadi motor penggerak perubahan perilaku ramah lingkungan,” ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa (12/8).
Ibas mengungkapkan Indonesia masih berada di peringkat 164 dari 180 negara dalam Environmental Performance Index (EPI), jauh tertinggal dari negara-negara dengan pengelolaan lingkungan terbaik. Kondisi ini, katanya, harus menjadi alarm untuk berbenah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai pelestarian lingkungan, mulai dari memilah sampah, menghemat air dan listrik, hingga menanam pohon di area sekolah. “Langkah kecil jika dilakukan konsisten akan membentuk karakter peduli lingkungan pada generasi muda,” tegasnya.
Sebagai aksi nyata, Ibas menyerahkan bibit tanaman produktif kepada perwakilan sekolah untuk ditanam dan dirawat siswa bersama guru. Bibit ini diharapkan tidak hanya menghijaukan sekolah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan menumbuhkan kesadaran akan keberlanjutan sumber daya alam.
“Dalam setiap pohon yang kita tanam, setiap sampah yang kita pilah, dan setiap tetes air yang kita hemat, tersimpan harapan bagi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.[prs]







