DPR  

Cucun Syamsurijal Kecam Tayangan TV yang Lecehkan Pesantren

Cucun Syamsurijal Kecam Tayangan TV yang Lecehkan Pesantren
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal. //net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengecam keras tayangan salah satu stasiun televisi nasional yang dinilai melecehkan kiai dan lembaga pesantren.

Ia menilai tayangan tersebut telah melanggar etika serta norma sosial yang hidup di masyarakat.

“Kita harus jaga ruang publik dari narasi-narasi yang bisa melukai perasaan masyarakat, apalagi yang berkaitan dengan simbol keagamaan,” ujar Cucun dalam keterangan persnya, Rabu (15/10).

Cucun menegaskan, media seharusnya berperan sebagai pemersatu dan perekat bangsa, bukan justru menjadi alat yang menggiring opini publik hingga menimbulkan keresahan sosial.

“Media seharusnya menjadi perekat bangsa, bukan malah menjadi alat penggiring opini yang bisa memecah belah atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tambah legislator dari Fraksi PKB tersebut.

Menurutnya, lembaga penyiaran wajib menjaga etika dan kepekaan terhadap nilai-nilai keagamaan yang merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Ia juga menyoroti potensi adanya unsur kesengajaan dalam tayangan yang dinilai menyesatkan dan menciptakan pandangan negatif terhadap pesantren.

“Kalau melihat isi tayangannya, saya mendorong agar pihak-pihak yang terlibat segera diproses sesuai kode etik dan aturan yang ada. Ini harus jadi pembelajaran bagi semua,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPR akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), serta pihak Trans7 yang memproduksi tayangan dimaksud.

Langkah itu disebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap media dan penyiaran nasional.

“Kami akan memanggil Komdigi, KPI, dan Trans7 untuk dimintai penjelasan. Kita ingin tahu bagaimana proses pengawasan dan tanggung jawab mereka terhadap tayangan seperti ini,” kata Cucun.

Cucun berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi industri penyiaran, agar lebih berhati-hati dalam memproduksi konten publik.

Ia menekankan pentingnya peran media sebagai penjaga harmoni dan pendidikan sosial di tengah dinamika bangsa.

“Harapan kita bersama, media massa bisa menjalankan fungsi pendidikan bagi masyarakat. Di situasi yang penuh dinamika seperti sekarang, media harus jadi penjaga perdamaian, bukan sumber perpecahan,” tandasnya.[prs]