DPR  

DPR Klaim Bahlil Sukses Terjemahkan Visi Energi Bersih Presiden Prabowo

DPR Klaim Bahlil Sukses Terjemahkan Visi Energi Bersih Presiden Prabowo
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. //Net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berhasil menerjemahkan visi strategis Presiden Prabowo Subianto terkait transisi energi bersih ke dalam program konkret di lapangan.

Menurutnya, percepatan implementasi sejumlah proyek energi baru terbarukan (EBT) menunjukkan bahwa agenda transformasi energi nasional mulai menghasilkan output nyata.

“Koordinasi lintas sektor yang solid membuat agenda transisi energi tidak berhenti pada level arahan, tetapi berubah menjadi langkah eksekusi yang terukur,” ujar Jamaludin di Jakarta, Rabu (26/11).

Jamaludin menyoroti peresmian 55 proyek EBT di 15 provinsi, termasuk PLTP 91,9 MW dan PLTS 27,8 MW, sebagai bukti bahwa pipeline transisi energi kini telah menghasilkan kapasitas listrik tambahan sekaligus mendukung dekarbonisasi dan pengurangan ketergantungan pada energi impor.

Ia menilai sejumlah proyek tersebut menunjukkan fokus pemerintah dalam membangun sistem energi yang efisien dan resilien.

Program PLTS desa serta kerja sama energi bersih Indonesia–Singapura, lanjutnya, juga mencerminkan strategi Presiden Prabowo untuk memperluas akses energi, meningkatkan daya saing industri, serta membuka peluang perdagangan energi hijau di kawasan.

Menurut Jamaludin, arah kebijakan Kementerian ESDM saat ini mengintegrasikan teknologi, investasi, hingga geopolitik energi dalam satu kerangka yang lebih komprehensif.

Hal ini, kata dia, menjadi faktor yang mempercepat penyelarasan program kementerian dengan visi besar presiden.

Ia menegaskan Komisi XII DPR RI akan terus memastikan kebijakan transisi energi berjalan dengan pendekatan evidence-based, disertai kepastian regulasi, percepatan perizinan, dan integrasi skema pembiayaan hijau.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kebijakan berjalan konsisten dan menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Jamaludin menekankan perlunya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat roadmap transisi energi nasional, memastikan kapasitas kelembagaan yang memadai, dan menjaga arah pembangunan energi tetap sesuai prioritas strategis pemerintah.

“Transisi energi adalah pilar penting daya saing Indonesia. Momentum ini harus dijaga dan diperkuat,” tutupnya.[prs]