Realitarakyat.com – Warga Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menghadapi krisis energi mendadak. Sejak Kamis (27/11/2025) pagi, stok BBM di Paluta dan sekitarnya dilaporkan kosong.
Kelangkaan ini meluas ke Padang Lawas, Padangsidimpuan, hingga Mandailing Natal. Sejumlah SPBU terpaksa tutup karena tangki penyimpanan kering.
Penyebabnya bukan sekadar keterlambatan distribusi, melainkan putusnya jalur vital Tapsel–Sibolga. Jalan nasional di pangkal Jembatan Desa Angoli, Sibabangun, Tapanuli Tengah, amblas akibat tergerus banjir pada Rabu (26/11). Jalur utama penghubung antarwilayah pun lumpuh total.
“Pertalite sudah habis dari semalam, pertamax tinggal sedikit. Ini dampak banjir Sibolga, BBM masuknya dari sana,” kata seorang petugas SPBU di Padang Bolak.
Pedagang eceran juga mengaku pasokan makin tipis. “Kalau dari Sibolga belum masuk, jadi banyak yang beli eceran. Ini pun tinggal sedikit,” ujar Lidia Siregar, warga setempat.
Jalur Sibolga diketahui menjadi urat nadi distribusi BBM dari kilang Pertamina menuju Tabagsel. Dengan akses terputus, truk tangki tidak bisa melintas.
Masyarakat mendesak pemerintah segera menurunkan alat berat untuk perbaikan darurat atau membuka jalur alternatif. Jika tidak, bukan hanya BBM, pasokan logistik dan kebutuhan pokok juga terancam macet.
Hingga kini, tim teknis BBPJN Sumut masih ditunggu di lokasi untuk asesmen kondisi jalan dan jembatan yang amblas.(MT)







