DPR  

Novita Hardini: Pergeseran Lahan ke Sawit Ancam Ekologi dan Industri Masa Depan

Novita Hardini: Pergeseran Lahan ke Sawit Ancam Ekologi dan Industri Masa Depan
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini/Ist

Realitarakyat.com – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengingatkan bahwa pergeseran orientasi lahan dari sektor industri dan pengembangan teknologi ke perkebunan sawit berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, keberlanjutan ekologi, dan peluang Indonesia membangun industri masa depan.

Ia menilai dominasi sawit dalam tata ruang dapat menutup ruang inovasi bagi sektor-sektor strategis yang berkaitan dengan teknologi hijau.

Novita menegaskan perlunya keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada model pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam mentah.

“Ekonomi harus tetap bergerak, tetapi lingkungan dan masa depan generasi mendatang tidak boleh dikorbankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12).

Ia menilai tantangan besar seperti kebutuhan energi, perubahan iklim, serta kompetisi global menuntut Indonesia melakukan lompatan menuju teknologi ramah lingkungan.

Transformasi industri, kata dia, harus diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui inovasi dan pemanfaatan energi bersih.

Ia mencontohkan teknologi kendaraan listrik dan berbagai inovasi hijau yang kini bukan lagi tren global, tetapi kebutuhan mendesak dalam pembangunan nasional.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menekankan pentingnya kemandirian bahan baku dalam negeri. Tanpa rantai pasok yang berstandar keberlanjutan, Indonesia akan terus bergantung pada impor dan rentan terhadap guncangan pasokan.

“Bahan baku harus disiapkan dari dalam negeri, dengan standar hijau dan berkelanjutan. Kalau tidak, inovasi teknologi kita tidak akan berjalan optimal,” katanya.

Novita mendorong pemerintah menyusun roadmap industri masa depan yang mengutamakan keberlanjutan ekologis.

Ia mengingatkan bahwa keputusan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan dan daya saing industri generasi mendatang, sehingga kebijakan tata ruang harus mempertimbangkan dampak ekologis secara serius.[prs]