Realitarakyat.com – Harapan Timnas U-22 Indonesia untuk mempertahankan medali emas di SEA Games 2025 pupus sudah. Garuda Muda harus angkat koper lebih cepat setelah tersingkir di fase grup, meski menutup laga terakhir dengan kemenangan 3-1 atas Myanmar.
Indonesia hanya mengemas tiga poin dan gagal memenuhi syarat selisih gol untuk lolos sebagai runner-up terbaik. Filipina keluar sebagai juara grup dengan enam poin, sementara Malaysia melangkah ke semifinal bersama Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Pelatih Indra Sjafri tak menampik kegagalan ini. Ia menegaskan siap bertanggung jawab penuh dan menerima evaluasi dari PSSI.
“Sudah saya bilang, saya bertanggung jawab karena tidak sesuai target itu. Evaluasi itu wajar, mau menang atau kalah pasti ada,” ujar pelatih berusia 62 tahun tersebut.
Indra menambahkan, evaluasi justru penting untuk menyusun rencana ke depan agar Timnas U-22 bisa bangkit di turnamen berikutnya.
Kegagalan mempertahankan emas membuat performa Garuda Muda kembali jadi sorotan publik. Padahal, sejumlah persiapan sudah dilakukan, mulai dari uji coba melawan tim kuat seperti Mali hingga memanggil pemain abroad.
Namun, hasil minor ini menjadi pelajaran berharga. Indra berharap evaluasi mendatang bisa menghadirkan solusi agar Timnas U-22 kembali kompetitif di ajang internasional.(Din)







