Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penerapan sistem pendidikan yang tepat dan adaptif guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab berbagai tantangan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurut Lestari, perubahan teknologi yang berlangsung cepat menuntut kemampuan adaptasi tinggi dari generasi muda. Oleh karena itu, kesiapan sistem pendidikan menjadi faktor penting dalam melahirkan peserta didik yang berdaya saing di masa depan.
“Perkembangan teknologi yang cepat membutuhkan kemampuan adaptasi untuk menjawab tantangan yang ada. Dibutuhkan kesiapan sistem pendidikan yang tepat agar mampu melahirkan generasi penerus yang berdaya saing,” ujar Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan National Center for Education Statistics (NCES), penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) siklus ke-9 pada 2025 akan berfokus pada kemampuan sains.
Selain itu, PISA juga akan menambahkan penilaian baru terkait kemampuan bahasa asing serta kemampuan peserta didik dalam mengelola pembelajaran mandiri dengan dukungan perangkat digital.
Sebelumnya, sejak pertama kali dilaksanakan pada 2000, penilaian PISA yang dilakukan setiap tiga tahun sekali mengukur kemampuan matematika, sains, dan literasi membaca siswa secara global.
Pada hasil PISA 2022, Indonesia menempati peringkat ke-69 dari 80 negara yang berpartisipasi, dengan skor 366 untuk matematika, 383 untuk sains, dan 359 untuk literasi membaca.
Capaian tersebut mengalami penurunan dibandingkan hasil PISA 2018 yang mencatat skor 379 untuk matematika, 396 untuk sains, dan 371 untuk membaca.
Menanggapi kondisi tersebut, Lestari menilai diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk mengejar ketertinggalan dalam upaya membangun SDM nasional yang berdaya saing.
Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, menekankan bahwa sistem pendidikan harus mampu meningkatkan kemampuan dasar peserta didik sebagai bekal utama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Anggota Komisi X DPR RI itu juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara konsisten, pemerataan akses pendidikan, serta penerapan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.
Langkah tersebut dinilai penting agar peserta didik siap bersaing di tengah perubahan yang berlangsung cepat di berbagai sektor.
Ia berharap para pemangku kepentingan bersama masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan, sehingga setiap anak bangsa memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. (ndi)







