Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) khusus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya konkret pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan BUMD di daerah.
“Kemendagri hari ini sudah membentuk Ditjen BUMD agar pengawasannya lebih ditingkatkan,” ujar Bahtra kepada Parlementaria saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Bank Kalimantan Barat di Pontianak, Kamis (22/1/2026).
Bahtra menilai selama ini pengawasan terhadap BUMD belum berjalan optimal karena belum adanya unit khusus yang fokus menangani persoalan BUMD. Dengan hadirnya Ditjen BUMD, ia meyakini pengawasan akan menjadi lebih kuat dan terarah.
“Selama ini pengawasan itu belum maksimal. Nanti kalau sudah hadir Dirjen tersendiri terkait BUMD, maka pengawasannya akan jauh lebih kuat,” tegasnya.
Selain memperkuat pengawasan, keberadaan Ditjen BUMD juga dinilai akan mempermudah koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Bahtra, koordinasi yang cepat dan efektif sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan BUMD di lapangan.
“Dengan struktur yang lebih jelas, mereka bisa berkoordinasi lebih cepat dengan daerah,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, penguatan sistem pengawasan dan pembinaan akan berdampak langsung pada percepatan kinerja BUMD di seluruh Indonesia.
Ia optimistis BUMD dapat berkembang lebih sehat dan profesional dengan dukungan kebijakan yang tepat.
“Hal inilah yang akan menjadi percepatan atau akselerasi agar BUMD-BUMD kita di seluruh daerah bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Bahtra menegaskan Komisi II DPR RI akan terus mendorong sinergi antara Kemendagri dan pemerintah daerah agar pengelolaan BUMD ke depan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BUMD harus menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan rakyat,” katanya. (ndi)







