Anggota DPR Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Perlindungan Anak

pkb dpr
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq. //NET

Realitarakyat.com — Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum “revolusi kasih sayang” guna memperkuat perlindungan anak.

Seruan ini merespons maraknya kasus kekerasan tragis yang melibatkan anak-anak di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Maman menegaskan bahwa Ramadan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi titik balik untuk menciptakan ruang aman bagi anak.

Ia menyoroti sejumlah tragedi memilukan, seperti kasus bunuh diri siswa SD di Ngada, NTT, hingga kasus pembunuhan ibu oleh putrinya di Medan, yang menjadi alarm keras atas krisis perlindungan anak.

“Selamatkan anak Indonesia. Negara jangan diam, hukum harus tegas, keluarga harus hangat, dan masyarakat harus peduli. Jangan tunggu tragedi berikutnya baru kita bergerak,” ujar Maman di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Menurut Maman, banyak persoalan anak berakar pada pola asuh yang keras atau abai, serta budaya tutup mulut terhadap kekerasan yang dibalut alasan pendisiplinan.

Ia menekankan bahwa hinaan, ancaman, dan pemukulan adalah bentuk kekerasan yang meninggalkan trauma mendalam, bukan bagian dari pendidikan.

Selain masalah di lingkungan domestik, Maman juga menyoroti kerentanan anak terhadap eksploitasi seksual dan perdagangan orang di ruang digital.

Ia mengingatkan agar sekolah dan orang tua lebih sigap menghadapi dinamika dunia digital yang semakin kompleks.

Terkait anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), politisi Komisi VIII ini mendorong pendekatan keadilan restoratif dan diversi sebagaimana amanat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Menurutnya, anak-anak yang terlibat tawuran atau narkoba sering kali merupakan korban dari lingkungan yang rusak. (ndi)