Temui Trump di Washington, Netanyahu Prioritaskan Pembahasan Isu Iran

Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. //NET

Realitarakyat.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertolak ke Washington pekan ini untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pertemuan yang direncanakan berlangsung pada Rabu (11/2) tersebut akan menempatkan isu Iran sebagai agenda utama pembahasan.

Dalam keterangannya sebelum menaiki pesawat, Netanyahu menegaskan bahwa meskipun isu Gaza dan stabilitas kawasan tetap dibahas, fokus utama keberangkatannya adalah perundingan nuklir dengan Iran.

“Saya akan menyampaikan kepada Presiden Trump pandangan kami mengenai prinsip negosiasi. Hal ini penting bukan hanya bagi Israel, tetapi bagi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Netanyahu sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (11/2).

Israel dilaporkan tetap skeptis terhadap keberhasilan negosiasi diplomatik. Sumber internal menyebutkan bahwa Tel Aviv mengkhawatirkan percepatan Iran dalam memulihkan kapasitas rudal balistiknya.

Penilaian pihak Israel mengklaim bahwa tanpa tindakan tegas, Iran dapat memiliki hingga 2.000 rudal balistik dalam hitungan pekan.

Israel mendesak agar kesepakatan baru mencakup syarat ketat, termasuk penyerahan seluruh uranium yang diperkaya, penghentian total pengayaan, serta pembatasan program rudal dan dukungan terhadap kelompok proksi.

Namun, Presiden Donald Trump memberikan sinyal yang berbeda. Saat berbicara di Air Force One, Trump mengisyaratkan kemungkinan diterimanya kesepakatan yang hanya berfokus pada isu nuklir tanpa menyentuh batasan rudal atau proksi.

“Ya, itu (kesepakatan nuklir saja) bisa diterima. Tetapi satu hal yang utama: tidak boleh ada senjata nuklir,” tegas Trump.

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan puncak dari serangkaian koordinasi keamanan intensif antara kedua negara.

Sebelumnya, Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir telah mengunjungi Pentagon bulan lalu, yang disusul dengan kunjungan utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Yerusalem pekan lalu untuk bertemu pejabat keamanan senior Israel. (*)