Realitarakyat.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, meminta kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat pola asuh anak di tengah derasnya arus teknologi dan dinamika sosial yang kian kompleks.
Hal tersebut ditegaskannya saat membuka gelaran Fatayat Fest dalam rangka Hari Lahir ke-76 Fatayat NU di Menara Teratai, Purwokerto, Banyumas, Jumat (24/4/2026).
Politisi yang akrab disapa Erma ini menekankan bahwa peran ibu merupakan kunci utama dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Sebagai sosok yang menjadi pendidik pertama di lingkungan keluarga, ibu memegang tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, sehingga pola asuh di keluarga sangat menentukan pendidikan anak,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas-Cilacap) tersebut.
Erma menyoroti fenomena anak usia dini, yakni kisaran 2 hingga 3 tahun, yang saat ini sudah sangat mahir mengakses konten melalui telepon genggam.
Menurutnya, akses informasi yang tak terbatas sejak usia dini menjadi tantangan berat bagi orang tua dalam melakukan pengawasan.
Ia mengingatkan agar aktivitas para ibu di ruang publik maupun organisasi tidak sampai mengabaikan pendampingan teknologi bagi anak di rumah.
“Jangan sampai kita aktif di organisasi, tetapi anak-anak kita tidak terarah karena kurang pendampingan dalam penggunaan teknologi. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi para ibu untuk memastikan apa yang diakses anak tetap terkontrol,” tegasnya.
Selain masalah pengawasan konten, Erma juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental anak. Paparan konten digital yang tidak tersaring dikhawatirkan dapat merusak perilaku dan moral generasi muda jika tidak dibentengi dengan nilai-nilai agama dan keluarga.
Ia berharap Fatayat NU dapat menjadi wadah edukasi bagi anggotanya untuk menerapkan pola asuh yang adaptif terhadap zaman namun tetap berlandaskan akhlak. Kader Fatayat didorong untuk menjadi teladan yang mampu menyeimbangkan peran sosial di masyarakat dengan tanggung jawab mendidik anak di rumah.
“Fatayat harus mampu melahirkan perempuan yang tidak hanya aktif di masyarakat, tetapi juga kuat dalam membangun keluarga. Kalau pola asuhnya kuat, maka generasi ke depan juga akan lebih baik,” pungkas Erma.[prs]







